Jumat, 20 Maret 2020

Video Materi Usaha dan Energi

0 komentar
Berikut adalah video materi Usaha dan Energi yang saya ambil dari YouTube yang bagus dijadikan sebagai referensi dalam belajar. Akun yang bernama Bimbel SMARRT. Silahkan disimak!

Read more...

Materi Usaha dan Energi

0 komentar

Pengertian Usaha

Usaha merupakan energi yang disalurkan sehingga berhasil menggerakkan suatu benda dengan gaya tertentu. Secara matematis, usaha bisa dinyatakan sebagai hasil perkalian skalar antara gaya dan perpindahan, sehingga dirumuskan sebagai berikut.
 
Keterangan:
W = usaha (Joule);
F = gaya (N); dan
= perpindahan (m).
Meskipun besaran skalar, usaha ternyata dibagi menjadi dua, yaitu usaha positif dan negatif. Usaha positif adalah usaha yang searah dengan perpindahan benda, sedangkan usaha negatif adalah usaha yang berlawanan arah dengan perpindahan benda. Usaha tidak selamanya dilakukan pada bidang datar, tetapi juga bisa pada bidang miring. Berikut ulasannya.

1. Usaha pada bidang datar

Gambar di atas menunjukkan bahwa ada suatu gaya yang dibutuhkan untuk menarik benda sampai pindah sejauh s. Jika gaya tersebut membentuk sudut θ terhadap perpindahan, perumusannya menjadi seperti berikut.

2. Usaha pada bidang miring

Jika usaha yang dilakukan benda berada di atas bidang miring, Quipperian harus mampu menguraikan komponen gaya-gayanya, seperti gambar berikut.
Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.

Pengertian Energi

Energi adalah kemampuan untuk melakukan usaha. Quipperian harus tahu bahwa energi ini sifatnya kekal. Artinya, energi tidak dapat musnah, tetapi hanya bisa berubah bentuk dari energi satu ke energi lainnya. Adapun macam-macam energi adalah sebagai berikut.

1. Energi kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh benda yang bergerak. Benda bergerak memiliki energi kinetik karena adanya kecepatan. Secara matematis, dirumuskan sebagai berikut.
 
Keterangan:
Ek = energi kinetik (Joule);
m = massa (kg); dan
= kecepatan (m/s).

2. Energi potensial

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena ketinggiannya. Secara matematis, energi potensial dirumuskan sebagai berikut.
 
Keterangan:
Ep = energi potensial (Joule);
m = massa (kg);
g = percepatan gravitasi (m/s2); dan
= ketinggian benda (m).

3. Energi potensial pegas

Energi potensial pegas adalah energi potensial saat pegas diregangkan atau dimampatkan. Secara matematis, energi potensial pegas dirumuskan sebagai berikut.
 
Keterangan:
Ep = energi potensial pegas (Joule);
k = konstanta pegas (N/m); dan
x = perubahan panjang pegas (m).

4. Energi mekanik

Energi mekanik adalah energi hasil penjumlahan antara energi potensial dan energi kinetik. Besarnya energi benda selalu tetap selama tidak ada gaya luar yang bekerja pada benda tersebut. Secara matematis, energi mekanik dirumuskan sebagai berikut.
 
Keterangan:
Em = energi mekanik (Joule);
Ep = energi potensial (Joule); dan
Ek = energi kinetik (Joule).

Hubungan antara Usaha dan Energi

Usaha merupakan perubahan energi yang terjadi pada suatu benda, baik perubahan energi kinetik maupun energi potensial. Secara matematis, hubungan antara usaha dan energi dirumuskan sebagai berikut.

Daya

Tentu Quipperian pernah mendengar istilah daya, kan? Memangnya daya itu apa sih? Apa hubungan antara daya dan usaha serta energi?
Daya adalah kecepatan untuk melakukan usaha. Istilah lain daya adalah usaha yang dilakukan setiap sekon. Secara matematis, daya dirumuskan sebagai berikut.
Keterangan:
P = daya (Watt);
t = waktu (s);
F = gaya (N);
s = perpindahan (m); dan
Read more...

Selasa, 17 Maret 2020

Soal Ulangan Harian Materi Gelombang Cahaya

0 komentar
Berikut adalah link menuju soal ulangan harian materi gelombang cahaya.
Kerjakan soal tersebut dengan melampirkan hasil pekerjaan kalian di menu upload pada form tersebut!


Read more...

Video Penjelasan tentang Interferensi, Difraksi, dan Polarisasi

0 komentar
Berikut saya bagikan video penjelasan materi tentang Gelombang Cahaya dari salah satu akun YouTube yang cukup bagus dijadikan refensi dalam mempelajari Fisika. Nama channelnya yaitu Bimbel SMARTT

Untuk dapatkan contoh soalnya bisa diakses langsung melalui akun YouTube
Selamat menyaksikan!
Read more...

Sifat Gelombang Cahaya

0 komentar

Sifat Gelombang Cahaya 
Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang identifikasi alat-alat optik. Alat-alat optik tersebut dapat berfungsi dengan baik saat ada cahaya. Nah, pada topik ini, kalian akan belajar tentang sifat-sifat gelombang cahaya. Gelombang adalah getaran yang merambat melalui medium dengan energi tertentu. Cahaya tergolong dalam gelombang elektromagnetik karena tidak membutuhkan medium untuk merambat. Berikut ini sifat-sifat gelombang cahaya.
1). Cahaya dapat merambat lurus.
2). Cahaya dapat dipantulkan (refleksi).
3). Cahaya dapat dibiaskan (refraksi).
4). Cahaya dapat diuraikan (dispersi).
5). Cahaya memiliki cepat rambat diudara sebesar 3x10
8 m/s.
6). Cahaya tidak bermuatan sehingga tidak dapat dipengaruhi oleh suatu medan magnet dan medan listrik.
1. Cahaya dapat dipantulkan (refleksi)
Refleksi atau pemantulan cahaya membantu kita untuk melihat benda-benda di sekitar. Pemantulan cahaya dapat dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
Pemantulan teratur/ pemantulan sempurna
Seberkas cahaya dapat mengalami pemantulan teratur dengan ciri-ciri sebagai berikut.
a. Pemantulan teratur dapat terjadi saat permukaan bidang pantulnya licin dan rata.
b. Pada pemantulan teratur ini sinar-sinar yang datang akan dipantulkan dengan sejajar.
c. Ketika terjadi pemantulan teratur, hampir semua sinar pantulan akan masuk ke mata pengamat.
Pemantulan baur
Seberkas cahaya juga dapat mengalami pemantulan baur atau pemantulan tak sempurna. Ketika cahaya mengalami pemantulan baur, ciri-cirinya sebagai berikut.
a. Pemantulan baur dapat terjadi jika permukaan bidang pantulnya tidak rata.
b. Ketika terjadi pemantulan baur, sinar-sinar yang datang akan dipantulkan secara acak.
c. Ketika terjadi pemantulan baur, hanya sebagaian sinar pantulan yang masuk ke mata pengamat.
                Pernyataan hukum pemantulan cahaya menurut Snellius

2. Cahaya dapat dibiaskan (refraksi)
Pembiasan cahaya dapat terjadi jika cahaya melewati dua medium yang berbeda indeks biasnya. Indeks bias suatu medium dirumuskan sebagai berikut.
n=cv
Indeks bias relatif medium 2 terhadap medium 1 (n21), ditentukan dengan persamaan berikut.
n21=n2n1=v1v2
                Pernyataan hukum pembiasan cahaya menurut Snellius
Hukum Snellius untuk pembiasan, secara matematis dapat ditulis sebagai berikut.

Keterangan:
n = indeks bias medium;
v = cepat rambat cahaya pada medium;
λ = panjang gelombang cahaya pada medium; dan
f = frekuensi cahaya.
3. Cahaya dapat diuraikan (dispersi)
Dispersi adalah peristiwa penguraian warna cahaya polikromatis menjadi warna-warna monokromatis (merah, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu). Untuk membuktikan peristiwa ini, dapat dilakukan melalui prisma bening.
4. Cahaya dapat mengalami pelenturan (difraksi)
Difraksi adalah peristiwa pembelokan atau pelenturan cahaya ketika melewati sebuah celah sempit. Jenis difraksi ada dua, yaitu difraksi pada celah tunggal dan difraksi pada celah banyak.
5. Cahaya dapat mengalami interferensi
Interferensi adalah penjumlahan atau superposisi dua gelombang cahaya atau lebih sehingga menimbulkan gelombang yang baru. Syarat terjadinya interferensi adalah dua gelombang tersebut harus koheren.

Sumber: Quipper School (https://link.quipper.com/id)

Read more...

Rangkuman Materi Gelombang Cahaya

0 komentar
Berikut adalah rangkuman materi gelombang cahaya untuk kelas XI Kurikulum 2013
Klik Disini
Sumber Ajar: Quipper School
Read more...

Sabtu, 02 Juni 2018

Kegelisahan dan Penyebabnya

0 komentar

Kegelisahan berasal dari kata “gelisah”. Gelisah artinya rasa yang tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya. Kegelisahan menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, artinya merasa gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut. Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. Kegelisahan ini, apabila cukup lama hinggap pada manusia, akan menyebabkan suatu gagguan penyakit. Kegelisahan yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.

Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkahlaku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala gerak gerik atau tingkah laku itu umumnya lain dari biasanya, misalnya berjalan mondar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala, duduk merenung sambil memegang kepala, duduk dengan wajah murung,malas bicara, dan lain-lain.kegelisahan juga merupakan ekspresi dari kecemasan. Masalah kecemasan atau kagalisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.

Tragedi dunia modern tidak sedikit dapat menyebabkan kegelisahan. Hal ini mungkin akibat kebutuhan hidup yang meningkat, rasa individualistis dan egoisme, persaingan dalam hidup, keadaan yang tidak stabil, dan seterusnya. Kegelisahan dalam konteks budaya dapatlah dikatakan sebagai akibat adanya instink manusia untuk berbudaya, yaitu sebagai upaya untuk mencari “kesempurnaan”. Atau, dari segi batin manusia, gelisah sebagai akibat noda dosa pada hati manusia, tidak jarang akibat kegelisahan seseorang, sekaligus membuat orang lain menjadi korbannya.

Penyebab kegelisahan dapat pula dikatakan akibat mempunyai kemampuan untuk membaca dunia dan mengetahui misteri hidup. Kehidupan ini yang menyebabkan mereka menjadi gelisah. Mereka sendiri sering tidak tahu mengapa mereka gelisah, mereka hidupnya kosong dan tidak mempunyai arti. Orang yang tidak mempunyai dasar dalam menjalankan tugas (hidup), sering ditimpa kegelisahan. Kegelisahan yang demikian sifatnya abstrak sehingga disebut kegelisahan murni, yaitu kegelisahan murni tanpa mengetahui apa penyebabnya.

Bentuk- bentuk kegelisahan manusia berupa keterasingan, kesepian, ketidakpastian. Perasaan-perasaan semacam ini silih berganti dengan kebahagiaan, kegembiraan dalam kehidupan manusia. Tentang perasaan cemas ini, Sigmund Freud membedakannya menjadi tiga macam, yaitu: (1) Kecemasan obyektif (kenyataan), kegelisahan ini mirip dengan kegelisahan terapan dan kegelisahan ini timbul akibat adanya pengaruh dari luar atau lingkungan sekitar; (2) Kecemasan neurotik (saraf). Kecemasan ini timbul akibat pengamatan tentang bahaya dari naluriah; (3) Kecemasan moral, tiap pribadi memiliki bermacam-macam emosi, antara lain: iri, benci, dendam, dengki, marah,takut, gelisah, cinta, rasa kurang (inferiot).

Referensi: 
Kamaruddin, Syahribulan. 2013. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Makassar: Universitas Muhammadiyah Makassar.
Darma, Budi.1981. Kegelisahan dan Harapan, Sebuah Konsep Periode Victoria. Bahan Penataran Pengajar Ilmu Social dan Budaya Dasar Wilayah Indonesia Barat di Bukit Tinggi.
Hartono, Dkk. 1991. Ilmu Budaya Dasar. Surabaya: PT. Bina Ilmu

Read more...
 
Tholibul Ilmi © 2020