Kamis, 24 September 2020

Simulasi Hukum Hooke

0 komentar

Pada saat Anda mengendarai motor atau mobil, pernahkah Anda merasakan guncangan ketika motor atau mobil Anda melewati lubang atau jalan yang tidak rata? Setelah kendaraan melewati lubang atau jalan yang tidak rata, kendaraan akan berguncang atau berayun beberapa kali, kemudian kendaraan Anda akan kembali berjalan dengan mulus. Tahukah Anda, mengapa peristiwa tersebut terjadi? Pada setiap kendaraan, terdapat sebuah sistem pegas elastis yang berguna untuk memperkecil efek goncangan pada kendaraan, yaitu shockbreaker. Tahukah Anda bagaimana prinsip kerja shockbreaker tersebut? Dalam hal apa sajakah sifat elastis suatu benda diaplikasikan? Bagaimanakah hubungan antara elastisitas benda dengan gerak harmonik?

Untuk lebih jelasnya Klik Disini!

Read more...

Konsep Elastisitas dan Hukum Hooke

0 komentar

Elastisitas dan Hukum Hooke

 

1.     Elastisitas

Elastisitas adalah sifat suatu benda untuk kembali ke bentuk awal segera setelah gaya yang mengenai benda tersebut dihilangkan. Benda yang dapat kembali ke bentuk semula setelah gaya yang mengenainya dihilangkan disebut benda elastis.  Ketika Anda menarik pegas hingga bertambah panjang, pegas akan segera kembali ke ukuran semula setelah gaya tarik tersebut dihilangkan. Sebaliknya, benda yang tidak dapat kembali ke bentuk semula setelah gaya yang mengenainya dihilangkan  disebut benda plastis. Contoh benda plastis antara lain plastisin, lumpur, dan tanah liat.

2.    Tegangan dan regangan

a.      Tegangan (δ)

Tegangan adalah besarnya gaya yang bekerja pada suatu benda pada luas  penampang tertentu. Secara matematis,  tegangan dirumuskan sebagai berikut.



b.     Regangan (e)

Regangan adalah perubahan relatif ukuran benda yang mengalami tegangan. Regangan dihitung dengan cara membandingkan  pertambahan panjang suatu benda terhadap panjang awalnya. Secara matematis, regangan dirumuskan sebagai berikut.



3.     Tegangan dan Regangan Geser

a.      Tegangan geser didefinisikan sebagai komponen tegangan coplanar dengan penampang melintang sebuah benda.  Tegangan geser timbul dari komponen vektor gaya paralel ke penampang melintang. tegangan normal, di sisi lain,  muncul dari komponen vektor gaya tegak lurus dari penampang  melintang bahan

b.     Regangan geser terjadi akibat tegangan geser. Tegangan geser tidak mempunyai kecenderungan untuk memperpanjang atau memperpendek elemen dalam arah x, y, dan z , tetapi tegangan geser akan menghasilkan perubahan bentuk  seperti terlihat pada gambar dibawah ini.

4.     Hukum Hooke

·        Pengertian hokum hooke

Hukum Hooke adalah hukum atau ketentuan mengenai gaya dalam bidang ilmu fisika yang terjadi karena sifat elastisitas  dari sebuah pir atau pegas. Besarnya gaya Hooke ini secara proporsional akan berbanding lurus dengan jarak pergerakan  pegas dari posisi normalnya,

·        Rumus hokum hooke



Keterangan:

F   = Gaya luar yang diberikan (N)

k   =  Konstanta pegas (N/m)

Δx  = Pertanbahan panjang pegas dari posisi normalnya (m)

a.      Rumus hokum hooke untuk susunan seri



Keterangan:

Ks   = Persamaan pegas

k    =  Konstanta pegas (N/m)

b.     Rumus hokum hooke untuk susunan  parallel



Keterangan:

Kp   = Persamaan pegas susunan paralel

k    =  Konstanta pegas (N/m)

·        Konsep hukum hooke

Bunyi Hukum Hooke ialah “Jika gaya tarik yang diberikan pada sebuah pegas tidak melampaui batas elastis

bahan maka pertambahan panjang pegas berbanding lurus/sebanding dengan gaya tariknya”.

·        Aplikasi hukum hooke

a.      Mikroskop yang berfungsi untuk melihat jasad-jasad renik yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang

b.     Teleskop  yang berfungsi untuk melihat  benda-beda yang letaknya  jauh  agar tampak  dekat, seperti benda luar angkasa

c.      Alat pengukur percepatan gravitasi bumi

d.     Jam yang menggunakan peer sebagaipengatur waktu

e.      Jam kasa atau kronometer yang dimanfaatkan untuk menentukan garis atau kedudukan kapal yang berada di laut

f.       Sambungan  tongkat-tongkat persneling kendaraan baik sepeda motor maupun mobil

g.     Ayunan pegas

h.     Beberapa benda yang telah disebutkan diatas memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Dengan kata lain,

i.       gagasan Hooke memberi dampak positif terhadap kualitas hidup manusia


Read more...

Kamis, 17 September 2020

Simulasi Konsep Keseimbangan Benda Tegar

0 komentar
Berikut ini adalah simulasi tentang keseimbangan benda tegar. Silahkan simak dengan seksama. Jangan lupa aktifkan flash player kalian!
Read more...

Konsep Titik Berat

0 komentar
Setiap partikel pada benda tegar mempunyai berat. Resultan gaya berat dari semua partikel menghasilkan gaya berat benda. Titik tangkap gaya berat benda disebut titik berat. Benda homogen yang memiliki sumbu simetris, misalnya kubus, sangatlah mudah ditentukan titik beratnya. Untuk lebih paham terkait dengan konsep titik berat, silahkan simak video dibawah ini! 
Sumber: Rumah Belajar Kemdikbud
Read more...

Kamis, 13 Agustus 2020

Materi Momen Gaya dan Momen Inersia

0 komentar
Read more...

Kamis, 23 Juli 2020

Materi Fisika Kelas XI Semester Ganjil SMA Insan Cendekia Syech Yusuf

0 komentar
Read more...

Minggu, 19 April 2020

Simulasi Lensa Cembung dan Lensa Cekung

0 komentar

Lensa atau sering disebut kanta adalah sebuah alat untuk mengumpulkan atau menyebarkan cahaya, biasanya dibentuk dari sepotong gelas yang dibentuk. Alat sejenis digunakan dengan jenis lain dari radiasi elektromagnetik juga disebut lensa, misalnya, sebuah lensa gelombang mikro dapat dibuat dari "paraffin wax".

Lensa paling awal tercatat di Yunani Kuno, dengan sandiwara Aristophanes The Clouds (424 SM) menyebutkan sebuah gelas-pembakar (sebuah lensa cembung digunakan untuk memfokuskan cahaya matahari untuk menciptakan api).

Tulisan Pliny the Elder (23-79) juga menunjukan bahwa gelas-pembakar juga dikenal Kekaisaran Roma, dan disebut juga apa yang kemungkinan adalah sebuah penggunaan pertama dari lensa pembetul: Nero juga diketahui menonton gladiator melalui sebuah emerald berbentuk cekung (kemungkinan untuk memperbaiki myopia).

Seneca the Younger (3 SM - 65) menjelaskan efek pembesaran dari sebuah gelas bulat yang diisi oleh air. Matematikawan muslim berkebangsaan Arab Alhazen (Abu Ali al-Hasan Ibn Al-Haitham), (965-1038) menulis teori optikal pertama dan utama yang menjelaskan bahwa lensa di mata manusia membentuk sebuah gambar di retina. Penyebaran penggunaan lensa tidak terjadi sampai penemuan kacamata, mungkin di Italia pada 1280-an.


Untuk dapatkan simulasi yang telah disiapkan oleh Kemdikbud silahkan KLIK DISINI!

Read more...
 
Tholibul Ilmi © 2020